RSS

Tangisan sang bumi

Aku heran Menatap langit nan biru Hutan nan hijau Kicauan burung terdengar begitu merdu Menyejukkan dalam hati Sungguh indah kebesaran-Mu Tapi kini Hatiku merasa sedih Bagai di hempas sang ombak Melihat bumi ini menagis Tiada lagi nyanyian sang burung Dan cuaca pun tak manentu Ya Allah Beginikah bumi ku? Akankah selalu begini? Ku hanya bias berharap Engkau tak murka pada kami

Dulu bumi ini indah sebelum tangan-tangan jail merusaknya


Dulu bumi ini indah sebelum tangan-tangan jail merusaknya,kita lihat saja dulu langit masih berwarna biru cerah,karena sebelum ada global warming pelangi masih kerap muncul dan cuaca tetap pada musimnya tidak membingungkan seperti saat ini. Hutan masih hijau banyak pepohonan,semua jenis flora dan fauna masih banyak yang lengkap,kicauan burung masih terdengar merdu,. Memang keindahan itu nyata. Tuhan menciptakan keindahan alam untuk menunjukkan kepada kita agar kita sadar dan mengerti bahwa tuhan benar-benar ada dan maha besar,itu semua terlihat dari ciptaannya.

Tapi kini semua keindahan itu ternoda. Banyak tangan-tangan jail manusia merusak keindahan alam tersebut.Banyak pohon-pohon ditebang tanpa memperdulikan bahaya yang akan timbul. Hutan-hutan menjadi gundul merangas.sehingga sering terjadi banjir. Tanah longsor dan tidak menutup kemungkinan terjadi kebakaran,karena hutan kering kerontang. Kalau sudah begitu banyak binatang-binatang yang punah ,lalu kita tak dapat mendengar kicauan burung karena pohon tempat tinggalnya telah tiada. Bumi kita sekarang sedang berduka,bahkan sampai menangis..

Kalau sudah begini keadaan barulah manusia ingat pada tuhan. Mereka menyesali segala perbuatan yang telah dilakukan. Memang menyesal kemudian tak berguna,tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali. Mulai sekarang kita perbaiki sedikit demi sedikit perbuatan kita terhadap alam. Agar bumi kita bersahabat dan tida murka terhadap manusia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

Music


ShoutMix chat widget